Melek Kembali Bersama Cengiz, Zetnep Tersiksa Mengenang Melek
18 bulan kemudian
Karena di kejar oleh anjing Melek pun pulang dengan membawa sedikit kayu bakar. Sesampainya di rumah Melek mendengar tangisan Hasan (adik bayi Melek) yg sudah terbangun dari tidurnya. Melek pun segera membuka pintu dan menemuinya. Lalu membawanya ke dekat pembakaran kayu. Melek berusaha membuatkan penghangat ruangan dengan membakar kayu yg ia peroleh dengan kertas yg sekiranya tak di gunakan lagi. Tersadar ada selembar kertas kupon yg sebagian terbakar ia pun memadamkannya. Merasa lapar Melek pun mencari sisa makanan di dapur. Hanya ada sedikit sisa keju di kulkas. Ia membaginya dengan Hasan. Tak lama setelah ia kembali ke sofa, terdengar suara debatan Cengiz dan Sule yg baru saja pulang. Cengiz yg melihat makanan di depan matanya. Tanpa berfikir panjang ia menyantapnya. Melek hanya bisa terdiam menatap itu. Merasa kasihan dengan Hasan ia suapkan sisa keju yg telah ia bagi tadi.
Di sebuah makam Zeynep berdiri. Ia menghampiri sebuah makam yg sangat berarti baginya. Makam itu bertuliskan nama Melek Arcay. Pada saat Zeynep membersihkan nisan itu datanglah seorang anak lelaki kecil yg bekerja menyiram i makam. Sambil anak itu menyiram makam, mereka berbincang. Tak lupa Zeynep memberi uang imbalan untuk anak itu sebelum anak itu pergi.
Tak di izikan keluar rumah Melek mencoba menghibur adiknya. Karena ramai Cengiz pun ter bangun dan hampir marah. Saat melihat tempat belanjaan bekas yg ia temukan setelah mencari kayu. Ia berfikir untuk membawa Hasan jalan-jalan keluar rumah. Setiba di toko ia ingin membeli susu untuk adiknya. Namun pemilik toko mengusirnya keluar. Di samping toko dia bertemu dengan tetangganya. Dengan baik hati ia membelikan keperluan Melek.
Di kantor Zeynep saat Zeynep sedang mengerjakan sesuatu tibalah Gonul menemuinya. Di pesankan 1 cangkir minuman untuk Gonul, karena ada panggilan yg di tujukan oleh Zeynep ia pun terpaksa meninggalkan obrolannya dengan Gonul. Gonul masih duduk di tempat duduk yg sama menunggu Zeynep kembali. Tak sengaja melihat tumpukan foto yg di antar rekan kerja Zeynep sebelumnya. Sekilas Gonul melihat foto Melek di salah satu foto itu. Untuk meyakinkan rasa pemasarannya iya mengambil foto itu dan menatapnya dg pasti. Ya itu benar, foto itu foto Melek. Ia mengetahui bahwa Melek masih hidup. Merasa selama curiga dg berita tentang Melek sebelumnya. Ia pun bergegas mencari tau informasi itu terlebih dahulu.
Mendapatkan sebotol susu untuk Hasan ia membawa Hasan melihat anak-anak seumuran dengannya yg sedang menaiki kuda-kudaan. Di sela-sela ia melihat keceriaan orang lain. Ia melihat seorang anak seumurnya bersama ibunya. Hal ini membuatnya teringat pada saat-saat bersama Zeynep.
Sampailah Gonul di tempat yg ia tanyakan sebelumnya pada rekan kerja Zeynep. Tempat dimana foto Melek di ambil. Ia mencoba menelusuri jalanan di gang tersebut. Sampai pada tempat dimana Melek berada. Sayang, Melek sudah tak ada lagi di situ. Gonul mencoba bertanya pada lelaki tua penjaga mainan kuda-kudaan. Tapi penjaga itu tak terlalu memperhatikan sekelilingnya. Sehingga dia tak tahu bocah yg mirip di foto itu tadi sedang memperhatikan kuda-kudaan yg ia kendalikan. Gonul pun mencoba berjalan menelusur i jalanan kembali. Serah dengan jalanan yg di lewati Melek sebelumnya. Hampir saja Gonul bertemu dg Melek Namun Gonul menghentikan perjalananya. Karena merasa belum juga menemukan informasi yg pasti mengenai keberadaan Melek. Ia pun bertanya pada salah satu warga di sana tentang catatan rumah warga. Lalu berjalan berbalik kembali ke arah semula menuju tempat yg ia maksud. Gonul menanyakan tentang warga yg bernama Sule Arcay. Namun sayang daftar namanya belum ada di sana. Dan petugas itu juga tak mengetahui mengenai foto Melek yg ia sodorkan. Di luar ia teringat tentang seseorang yg mengabarkan jika Melek sudah tiada. Teringat bahwa Cahide lah yg memberi kabar tentang kematian Melek.
Ali mengobrolkan tentang buku Zeynep dengan beberapa orang di acara perayaan suksesnya buku yg berjudul Zeynep karya Ali Arhan. Di sela-sela ia menerangkan sesuatu ia melihat Zeynep dan tunangannya (Sinan) memasuki ruangan. Ali merasa cemburu, namun dia berusaha menutupi nya dengan bersikap biasa saja. Dan memalingkan pandangannya dari mereka.
Di lain hari Zeynep dan Sinan mencoba berkunjung ke panti asuhan. Mereka berencana untuk mengadopsi anak. Pada lorong panti penjaga panti sedang menjelaskan tentang salah satu anak yg akan ia temui nanti pada Zeynep dan Sinan. Tibalah di suatu ruangan yg terdapat anak yg di maksut. Zeynep berkenalan dengan anak tersebut. Ia mencoba menggambar bersama. Lagi-lagi pensil berwarna biru muda membuatnya teringat tentang Melek yg ia sebut dg sebutan Turna.
Gonul tiba di rumah Cahide. Gonul mencoba membicarakan tentang informasi terbaru Melek yg ia dapat pada Cahide. Tentang foto yg dia dapatkan. Tak setuju dengan Gonul yg ingin membicarakan informasi ini pada Zeynep. Cahide mencoba memberi alasan untuk menghalangi niatan Gonul. Akhirnya Gonul mengurungkan niatnya lalu ia berpamitan pulang. Di perjalanan Zeynep menuju rumah Gonul Cahide menelfon Zeynep untuk menanyakan keberadaannya. Cahide was-was dengan kabar itu. Karena kawatir jika Gonul memberitahu tentang Melek pada Zeynep. Lalu ia berusaha untuk mengikuti Zeynep ke tempat Gonul. Belum bercerita pada inti awal pembicaraan. Cahide tiba di sana. Cahide mencoba menghalangi pembicaraan Gonul dan Zeynep. Dia menanyakan tentang kunjungannya di panti. Zeynep mencoba menjelaskan niatannya untuk mengadopsi anak bersama Sinan. Mendengar itu Gonul tak jadi menceritakan tentang keberadaan Melek.
Di tempat tinggal Melek, Melek sedang menghibur adiknya. Ibunya marah dengan Cengiz lalu keluar. Cengiz mendapat kabar jika dia memenangkan kupon. Dengan girang dia mencari kupon itu. Ia tanyakan pada Melek. Merasa tak tau tentang hal yg di tanyakan Cengiz Melek mengabaikan Cengiz. Setelah Cengis temukan kertas kupon itu dengan keadaan terbakar. Dia marah besar dan memarahi Melek karena kemungkinan besar Melek yg membakarnya. Tanpa ampun ia mengunci Melek di Kamar mandi. Lalu ia pergi tanpa berfikir bagaimana Hasan jika tak ada seseorang yg ada di sampingnya. setelah beberapa saat. Kekawatiran Melek terjadi. Hasan mencoba menuju arah ke pembakaran kayu. Melek mencoba memanggil Hasan supaya ia kembali mendekati pintu kamar mandi tempat Melek di kunci. Namun tidak dihiraukannya. Melek dengan tergesa-gesa mencoba mencari sesuatu di kamar mandi untuk menjatuhkan kunci di balik pintu yg mengurungnya. Sempat tegang. Akhirnya kunci pintu terbuka. Syukurlah Hasan dapat ia cegah.
Di tempat Gonul Cahide berusaha untuk membuat Gonul tetap tutup mulut tentang Melek.
Melek mencoba menjual boneka buatannya dengan harga 1 lira. Merasa kasihan seseorang membeli 1 boneka dg harga lebih. Melek merasa senang dengan hal tersebut. Di waktu dia menengok-nengok suasana sekeliling. Tak sengaja ia melihat Zeynep yg pada saat itu juga ia sedang asik memotret dengan kameranya. Melek menghampirinya, baru beberpa langkah ia teringat kata-kata terakhir Zeynep pada Melek yg membuatnya mengurungkan niatanya. Sedih mengingat itu sebelum Zeynep menengok arah Melek semula berada. Melek cepat-cepat membereskan barangnya lalu pergi dari sana. Zeynep yg menengok arah semula Melek berada tak menyadari keberadaan Melek di dekatnya.
Bersambung
Bunda eps 21



Komentar
Posting Komentar